Partner Ernst & Young Indonesia Didenda Rp 13 Miliar di AS

Partner Ernst & Young Indonesia Didenda Rp 13 Miliar di AS – Kantor akuntan publik partner Ernst & Young’s (EY) di Indonesia, yaitu KAP Purwantono, Suherman & Surja setuju membayar denda sejumlah US$ 1 juta (seputar Rp 13,3 miliar) pada regulator Amerika Serikat, karena divonis tidak berhasil melalukan audit neraca keuangan client-nya.

Persetujuan itu diumumkan oleh Tubuh Pengawas Perusahaan Akuntan Publik AS (Public Company Accounting Oversight Board/PCAOB) pada Kamis, 9 Februari 2017, waktu Washington. Masalah itu adalah insiden paling baru yang menerpa kantor akuntan publik, hingga memunculkan keprihatinan apa kantor akuntan publik dapat menjalankan praktik upayanya di negara berkembang sesuai dengan kaidah.

Image result for Partner Ernst & Young Indonesia Didenda Rp 13 Miliar di AS

“Anggota jaringan EY di Indonesia yang menginformasikan hasil audit atas perusahaan telekomunikasi pada 2011 memberi pendapat yang didasarkan atas bukti yang tidak mencukupi,” demikian dikatakan pengakuan tercatat PCAOB, seperti dikutip Kantor Berita Reuters, diambil Sabtu, 11 Februari 2017.

Penemuan itu bermula saat kantor akuntan partner EY di AS lakukan analisis berdasar hasil audit kantor akuntan di Indonesia. Mereka temukan jika hasil audit atas perusahaan telekomunikasi itu tidak di dukung dengan data yang tepat, yaitu dalam soal persewaan lebih dari 4 ribu unit tower selular. “Namun afiliasi EY di Indonesia itu melaunching laporan hasil audit dengan status lumrah tiada pengecualian,” demikian dikatakan PCAOB.

PCAOB ikut mengatakan tidak lama sebelum dikerjakan kontrol atas audit laporan pada 2012, afiliasi EY di Indonesia membuat belasan pekerjaan audit baru yang “tidak benar” hingga menghalangi proses kontrol. PCAOB tidak hanya kenakan denda US$ 1 juta ikut memberi sangsi pada dua auditor partner EY yang ikut serta dalam audit pada 2011.

“Dalam ketergesaan mereka atas untuk keluarkan laporan audit untuk client-nya, EY serta dua mitranya lupa dalam menjalankan pekerjaan serta fungsinya untuk mendapatkan bukti audit yang cukuplah,” tutur Claudius B. Modesti, Direktur PCAOB Divisi Penegakan serta Invstigasi.

Manajemen EY dalam pengakuan tertulisnya mengatakan sudah menguatkan proses pengawasan internal semenjak rumor ini muncul. “Sejak masalah ini mengemuka, kami selalu meneruskan penguatan kebijaksanaan serta kontrol audit global kami,” papar Manajemen EY dalam pengakuannya.

Pada dua bulan lantas, kantor akuntan publik yang lain yaitu Deloitte & Touche LLP lewat unit upayanya di Brazil sepakat membayar denda pada PCAOB sebesar US$ 8 juta sebab divonis menutupi laporan audit palsu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s